Keindahan Wapoga Terancam PETI, LP3BH Minta Investigasi Dugaan Keterlibatan Oknum Purnawirawan Jenderal

 

Nabire– Wapoga atau Sungai Wapoga merupakan salah satu wilayah strategis di Tanah Papua yang berada di Kabupaten Nabire dan juga berkaitan dengan wilayah Kabupaten Waropen. Selain dikenal sebagai distrik (kecamatan), Sungai Wapoga juga menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

Wilayah ini selama ini terkenal dengan keindahan alamnya yang masih asri, hutan yang lebat, serta sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat. Data demografis wilayah Wapoga dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan mencakup beberapa kampung seperti Totoberi, Samanui, dan Kamarisano.

Namun kini, keindahan alam Wapoga terancam rusak parah. Sungai Wapoga dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat maraknya aktivitas pertambangan emas ilegal atau penambangan tanpa izin (PETI).

Aktivitas pertambangan emas ilegal tersebut diduga menggunakan alat berat jenis excavator yang beroperasi secara terbuka di sepanjang aliran Sungai Wapoga. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan dampak lingkungan jangka panjang.

Lebih memprihatinkan, pengelolaan tambang emas ilegal itu diduga melibatkan warga negara asing (WNA) asal China. Keberadaan WNA dalam aktivitas PETI tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan negara terhadap wilayah Papua.

Tak hanya itu, beredar pula informasi bahwa kegiatan ilegal tersebut diduga melibatkan oknum purnawirawan jenderal. Dugaan ini semakin memperkuat desakan publik agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan transparan.

Menanggapi situasi tersebut, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, angkat bicara.

Yan menyayangkan rusaknya keindahan alam Sungai Wapoga akibat keserakahan penambang emas ilegal yang menggunakan alat berat. Menurutnya, kerusakan lingkungan di Papua bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut hak hidup masyarakat adat.

Ia secara tegas meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera membentuk tim investigasi khusus yang turun langsung ke Papua guna menyisir seluruh aktivitas tambang emas ilegal.

“Presiden harus segera membentuk tim investigasi terkait tambang ilegal yang ada di Wapoga. Apalagi informasi yang saya terima, aktivitas tersebut melibatkan oknum jenderal purnawirawan TNI yang juga ikut beraktivitas di tambang emas ilegal,” tegas Yan.

Menurut Yan, dampak pertambangan emas ilegal tidak hanya merusak sungai dan hutan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana alam yang mengancam keselamatan warga.

“Kita harus belajar dari pengalaman Aceh dan Sumatera. Bukan hanya penebangan pohon yang menyebabkan banjir bandang, tetapi juga pertambangan ilegal yang menggunakan excavator. Ini sangat berbahaya dan bisa memicu bencana besar di Papua,” pungkasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news