Merauke – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan swasembada pangan di Papua Selatan. Salah satu langkah nyatanya terlihat dari kedatangan 156.840 kilogram benih padi unggul dari Pulau Jawa yang siap disalurkan ke para petani di Kabupaten Merauke.
Benih bersertifikat ini didatangkan melalui program yang digagas oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, sebagai bagian dari upaya mendorong Merauke menjadi lumbung pangan di wilayah timur Indonesia.
“Benih ini sangat penting karena kita punya lahan yang luas, tapi belum maksimal dimanfaatkan. Kehadiran benih unggul akan jadi motor penggerak swasembada,” kata salah satu pejabat di dinas terkait, Rabu (23/7/2025).
Tak hanya datang dan langsung ditanam, benih-benih padi ini lebih dulu melalui prosedur pemeriksaan ketat oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan benih dalam kondisi sehat, bebas hama dan penyakit tanaman.
Khafidul Akmal, pejabat karantina yang memantau langsung pemasukan benih, menjelaskan pihaknya melakukan pengecekan administrasi dan fisik.
“Kami periksa kelengkapan dokumen seperti KT-3 dari daerah asal, lalu cek fisik media pembawa. Setelah lolos, kami ambil sampel untuk diuji di laboratorium,” kata Khafidul.
Salah satu metode yang digunakan dalam pengujian adalah deteksi nematoda melalui metode perendaman, yang dinilai efektif dalam mendeteksi keberadaan hama patogen tanaman. Sampel yang diambil nantinya akan diamati secara morfologi menggunakan mikroskop untuk memastikan keamanannya.
Kepala Karantina Papua Selatan Cahyono menyebut, keakuratan hasil uji laboratorium menjadi faktor penting agar benih yang disalurkan benar-benar berkualitas dan aman.
“Kalau alatnya mumpuni dan personelnya kompeten, hasil pengujian pasti akurat. Ini penting supaya petani bisa tahu benih yang mereka tanam betul-betul unggul dan bebas hama,” ujar Cahyono.
Cahyono menegaskan bahwa peran karantina merupakan bagian penting dari rantai penguatan ketahanan pangan di Papua Selatan.
“Program swasembada pangan ini prioritas nasional. Kita semua bergerak, termasuk karantina, agar produksi pangan di Papua Selatan meningkat dan petani makin sejahtera,” tutupnya.
Dengan stok benih sebanyak lebih dari 156 ton, diharapkan petani Merauke bisa mulai musim tanam dengan optimisme tinggi dan hasil panen yang lebih maksimal. Harapan besar pun ditambatkan pada Papua Selatan untuk menjadi pemain utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional ke depan. (Rhm)


