Manokwari, Papua Barat —
Dugaan keterlibatan seorang oknum wartawan berinisial AM dalam aktivitas pertambangan emas ilegal di Manokwari, Provinsi Papua Barat, mencuat ke ruang publik.16 Februari 2026
Informasi ini menimbulkan keprihatinan serius karena diduga melibatkan profesi pers dalam praktik kejahatan lingkungan yang merugikan negara dan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, AM diduga terlibat dalam kontrak penguasaan atau pengelolaan lahan pertambangan emas ilegal. Dugaan tersebut menguat seiring maraknya aktivitas tambang tanpa izin yang menggunakan alat berat dan berlangsung terbuka di sejumlah wilayah Kabupaten Manokwari.
Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Papua Barat, untuk segera melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan keterlibatan oknum tersebut.
Penegakan hukum dinilai harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pihak-pihak yang berlindung di balik profesi tertentu.
“Jika benar yang bersangkutan terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal, maka tidak ada alasan untuk menunda proses hukum.
Penyelidikan harus segera dilakukan dan penindakan wajib dijalankan sesuai aturan,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Publik menilai dugaan ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut marwah profesi jurnalis yang seharusnya berdiri di garda depan pengawasan, bukan justru terlibat dalam praktik perusakan lingkungan dan kejahatan ekonomi.
Desakan agar aparat bertindak cepat juga dimaksudkan untuk menghindari kesan adanya pembiaran atau perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu.
Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik serta menjadi peringatan keras bahwa kejahatan pertambangan ilegal tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun klarifikasi dari pihak yang disebutkan terkait dugaan tersebut.
Aparat penegak hukum diminta transparan dalam menyampaikan perkembangan penanganan kasus ini kepada publik.(*)


